Penyebaran Perawi Hadis Kalangan Sahabat: Studi Hadis Kawasan di Yaman

Main Article Content

Annisaa Siti Zuadah

Abstract

Penyebaran hadis di suatu wilayah dimulai dengan penyebaran Islam di wilayah tersebut. Yaman adalah negara dengan peradaban tertua di dunia, salah satu negara yang terletak di Jazirah Arab. Yaman merupakan wilayah yang berperan penting dalam penyebaran dan pertumbuhan studi Islam, khususnya di bidang hadis. Ketika Nabi Muhammad Saw mengutus Ali bin Abi Thalib untuk menyebarkan ajaran Islam di kota Sana'a pada tahun 630 M maka Islam mulai masuk ke Yaman. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penyebaran perawi hadis kalangan sahabat di Yaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menerapkan metode deskriptif-analisis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori penyebaran informasi dan pengaruh jaringan interpersonal. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penelusuran pada kitab Tahdzibul Kamal fi Asma’i Rijal, software hadis, dan referensi lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah sahabat di Yaman adalah 17 orang yang menyebarkan hadis. Terdapat tiga sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis yaitu Abu Hurairah dengan 3765 hadis, Tsauban bin Bajdad dengan 178 hadis, dan Jarir bin Abdullah dengan 117 hadis. Para sahabat berperan penting dalam proses penyebaran hadis di wilayah Yaman, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya hadis yang diriwayatkan oleh setiap rawinya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles
Author Biography

Annisaa Siti Zuadah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin

References

Alawiah, N. (2022). Perkembangan Penyebaran Periwayatan Hadis di Wilayah Khusaran: Analisis Studi Hadis Kawasan Pada Bumi Bagian Timur. digilib.uinsgd.ac.id, 28.

Andariati, L. (2020). Hadis dan Sejarah Perkembangannya. Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis, 154-166.

Ardyanto, F. (2020, Mei Sabtu). Enam Belas Dinasti Islam yang Pernah Berkuasa di Dunia. Retrieved Juli Rabu, 2023, from Liputan6.com: https://www.liputan6.com/islami/read/4265944/16-dinasti-islam-yang-pernah-berkuasa-di-dunia

as-Suyuti, J. (1972). Tadribu ar-Rawi Jilid 2 (Cetakan 2 ed.). Madinah: al-Ilmiyyah.

Darmalaksana, W. (2018). Paradigma Pemikiran Hadis. JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 6, 95-106.

Darmalaksana, W. (2020). Prosiding Proses Bisnis Validitas Hadis untuk Perancangan Aplikasi Metode Tahrij. Jurnal Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1, 1-7.

Darmalaksana, W. (2022). Panduan Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir. Bandung: Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ghafur, M. (2015). Problematika Kekuatan Politik Islam di Yaman, Suriah, dan Al-Jazair. Jurnal Penelitian Politik, 119-135.

Ghafur, M. F., M. Hamdan Basyar, Dhurorudin Mashad, Indriana Kartini, & Nostalgiawan Wahyudhi. (2018). Problematika Kekuatan Politik Islam di Yaman, Suriah, dan Aljazair. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Greetz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic.

Hamida, N. A., & Lau Han Sein. (2022, Desember). Kajian Hadis di Kawasan Basrah: Sebuah Analisis Tentang Penyebaran dan Perkembangan Hadis di Basrah. Universum: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan, 16(2), 19-34.

Irfan, M. N. (2006, Desember). Status dan Kredibilitas Sahabat Nabi dalam Periwayatan Hadis. Al-Qalam: Jurnal Kajian Keislaman, 23(3), 333-354.

Irham, M. (2013). Sistematika Kodifikasi Hadis Nabi dari Tinjauan Sejarah. ADDIN: Media Dialetika Ilmu Islam, 273-289.

Isnaeni, A. (2014). Historisitas Hadis menurut MM Azami. Journal of Quran Hadith Studies, 3(1), 121.

Laraswati, M. (2019). Intervensi Arab Saudi dalam Konflik di Yaman dan Implikasinya terhadap Humanitarian Crisis.

mesir, t. r. (2013). Ensiklopedia Sejarah Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Saifuddin. (2009). Transmisi Hadis dan Kontribusinya dalam Pembentukan Jaringan Keilmuan dalam Islam. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 8(2), 256.

Satir, M. (2019). Kehidupan Sosial Masyarakat Arab. ALFIKR: Jurnal Pendidikan Islam, 39-40.

Tahhan, M. (1981). Taisir Musthalahul Hadis. Riyadh: Al-Ma'arif.

Wendry, N. (2016). Labelisasi dan Kredibilitas Periwayat Kuffah Kajian al-Jarh wa atTa’dil dengan Pendekatan Sosiohistoris. Bandung: Mizan.