EFEKTIVITAS ADSORBEN KULIT SINGKONG DALAM PENGUJIAN KUALITAS AIR DI WILAYAH PADALARANG MELALUI METODE ADSORPSI
Keywords:
Cassava Peel, Adsorbent, Water Quality, Fe²⁺ Ion, AdsorptionAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kulit singkong (Manihot esculenta) sebagai adsorben alami dalam memperbaiki kualitas air berdasarkan tiga parameter utama, yaitu pH, kadar Fe²⁺, dan kekeruhan. Proses adsorpsi dilakukan terhadap air tercemar yang memiliki kadar awal Fe²⁺ sebesar 245,74 mg/L, pH 4,4 (bersifat asam), dan kekeruhan 25,5 NTU. Setelah proses adsorpsi selama 60 menit menggunakan adsorben kulit singkong, diperoleh hasil bahwa pH meningkat menjadi 6,96; kadar Fe²⁺ menurun signifikan hingga 0,02 mg/L dan nilai kekeruhan menurun menjadi 10 NTU. Pengukuran kadar Fe²⁺ dilakukan menggunakan metode titrasi redoks dengan KMnO₄. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit singkong memiliki efektivitas tinggi dalam menurunkan kandungan Fe²⁺ dan menstabilkan pH air, di mana keduanya telah memenuhi standar baku mutu air menurut Permenkes No. 32 Tahun 2017, yaitu kadar Fe maksimal 1,0 mg/L dan pH antara 6,5–8,5. Namun, parameter kekeruhan belum memenuhi batas standar yang ditetapkan, yaitu maksimal 5 NTU. Temuan ini menunjukkan bahwa kulit singkong merupakan alternatif adsorben yang potensial, terutama untuk pengolahan air dengan kandungan logam besi tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas penurunan kekeruhan, perlu dilakukan optimasi proses atau kombinasi dengan metode lain seperti koagulasi atau filtrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemanfaatan limbah organik lokal sebagai solusi murah dan ramah lingkungan dalam pengolahan air rumah tangga.
Downloads
References
[1] Ayu, R. A., Nugroho, R. A., & Hadiyanto. (2020). Efektivitas Filter Arang Tempurung Kelapa dan Zeolit dalam Menurunkan Kekeruhan dan Kandungan Logam Berat pada Air Sumur. Jurnal Teknik Lingkungan, 26(1), 11–18.
[2] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024. Jakarta: Bappenas.
[3] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat. (2023). Kabupaten Bandung Barat dalam Angka 2023. Padalarang: BPS KBB.
[4] Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (2023). Kajian Kualitas Air Sumur di Wilayah Peri-Urban Bandung Barat. Jakarta: BRIN.
[5] Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat. (2022). Laporan Kualitas Air dan Pengelolaan Lingkungan Wilayah Bandung Barat Tahun 2022. Padalarang: DLH KBB.
[6] El Bendary, N., et al. (2021). High-performance removal of iron from aqueous solution using modified activated carbon. Desalination and Water Treatment, 213, 348–357
[7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No. 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Air untuk Keperluan Higiene dan Sanitasi serta Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.
[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Lingkungan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
[9] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2021). Status Lingkungan Hidup Indonesia 2021. Jakarta: KLHK.
[10] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2020). Rencana Strategis Kementerian PUPR 2020–2024. Jakarta: Kementerian PUPR.
[11] Masrullita, Y. A. W., Sylvia, N., & Safriwardy, F. (2021). Efektivitas Karbon Aktif Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz) terhadap Adsorpsi Ion Logam Fe²⁺ dengan Aktivator NaOH. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 10(2), 83–89. https://doi.org/10.29103/jtku.v10i2.5550
[12] Maulinda, L., Nasrul ZA, & Sari, D. N. (2015). Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Bahan Baku Karbon Aktif untuk Pemurnian Air Sumur. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2), 11–19.
[13] Rahayu, N. S., Lestari, W., & Pertiwi, R. (2021). Analisis Kadar Besi (Fe²⁺) dalam Air Sumur Menggunakan Titrasi Permanganometri. Jurnal Ilmiah Kimia Analitik, 6(1), 14–20.
[14] Seplicha, E. R. (2016). Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Arang Aktif dan Pengaruhnya terhadap Logam Besi (Fe), Mangan (Mn), dan pH pada Air Asam Tambang. Skripsi, Fakultas Teknik Lingkungan, Universitas Mulawarman.
[15] World Health Organization (WHO). (2023). Drinking-water. Retrieved from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water
[16] Wulandari, R., Syahputra, H., & Ramadhani, M. (2022). Validasi Metode Permanganometri untuk Penetapan Kadar Fe(II) pada Sampel Air Bersih. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 9(2), 55–62.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Gunung Djati Conference Series

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
