PENGARUH NATRIUM HIPOKLORIT PADA PROSES PENCAPAN ETSA KAIN KAPAS MENGGUNAKAN ZAT WARNA BELERANG BERDASARAKAN KONSENTRASI DAN WAKTU STEAMING
Keywords:
pencapan etsa, steaming, viskositas, ketajaman motif, derajat putihAbstract
Pencapan etsa disebut juga pencapan discharge yang artinya penghilangan atau perusakan baik sebagian maupun keseluruhan pada dasar warna kain, pencapan etsa terbagi menjadi dua yaitu etsa putih dan etsa warna. Metode ini biasanya menggunakan zat reduktor atau oksidator yang dapat merusak gugus zat warna pada molekul zat warna. Pencapan etsa dapat dilakukan pada kain kapas menggunakan zat warna belerang, karena zat warna belerang tidak tahan terhadap oksidator, maka dilakukan percobaan pencapan etsa putih menggunakan natrium hipoklorit (NaOCl) dengan sebagai zat pengetsa. Penelitian pencapan etsa putih dilakukan pada kain rajut kapas menggunakan NaOCl 5% dengan variasi konsentrasi 500 g/l, 550 g/l, dan 600 g/l dengan waktu steaming 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Pengujian yang dilakuan pada penelitian ini, meliputi pengujian viskositas (SNI 06-6311- 2000), nilai ∆L (lightness) dan derajat putih (SNI ISO 106-J02:2011), kekuatan jebol kain (SNI ISO 13938-1:2010), dan analisa citra morfologi serat menggunakan SEM. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOCl 5% dan waktu steaming yang digunakan pada proses pencapan etsa, maka semakin tinggi nilai ∆L dan derajat putih kain tetapi kekuatan jebol kain semakin menurun. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi 600 g/l dengan nilai viskositas 8.720 cps, nilai ∆L 16,97 dan nilai derajat putih 20,41, kekuatan jebol 7,81 kgf/cm2 Hasil citra morfologi SEM bahwa menunjukkan permukaan serat yang terbuka, bertekstur kasar dan tidak rata pada dinding serat kapas. Ketajaman motif dari hasil pencapan etsa, menghasilkan warna putih menunjukkan keberhasilan dari proses tersebut.
Downloads
References
[1] P. Soeprijono, S. T. Poerwanti, S. T. Widayat, and B. T. Jumaeri, Buku serat-serat tekstil. Institut Teknologi Tekstil, 1973.
[2] E. R. Trotman, Dyeing and chemical technology of textile fibres, 4th ed. Charles Griffin & Company, 1970
[3] S. T. Astini Salihima, S. T. Hendrodyantopo, S. T. Soenarjo, and R. Djufri, Pedoman praktikum pengelantangan dan pencelupan. Institut Teknologi Tekstil, 1978.
[4] V. A. D. Shenai, Technology of bleaching and mercerizing. Sevak Publications, 1995.
[5] Kuntari, "Optimalisasi proses desizing, scouring, bleaching dan caustisizing secara simultan, sistem pad-batch pada kain rayon viskosa," Indonesian Journal of Materials Science, vol. 3, no. 2, pp. 118–123, 2006.
[6] A. K. R. Choudhury, Textile preparation and dyeing. Science Publishers, 2006.
[7] Sunarto, Teknik pencelupan dan pencapan. Penerbit Andi, 2008.
[8] SNI 06-6311-2000: Metode uji viskositas pasta cap. Badan Standardisasi Nasional, 2000.
[9] SNI ISO 13938-1:2010: Pengujian kekuatan jebol kain metode diafragma. Badan Standardisasi Nasional, 2010.
[10] I. Muslim and K. Inayah, "Penggunaan pemutih pakaian komersial (BAYCLIN) sebagai zat etsa alternatif pada pencapan etsa kain kapas yang telah dicelup zat warna reaktif dingin (Drimarene Blue K2-RL)," Prosiding Seminar Nasional Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, pp. 15–20, 2018.
[11] A. D. Khaliq, A. Chafidz, N. U. Fitri, and Y. Paramitha, "Efek kombinasi natrium hipoklorit dan pemutih optis dalam proses bleaching dan pengaruhnya terhadap kualitas bahan tekstil," Jurnal Tekstil, vol. 5, no. 1, pp. 1–5, 2020.
[12] I. A. Sulistya, "Pengaruh penggunaan natrium hipoklorit (NaOCl) dalam cairan pemutih pakaian sebagai pereaksi pengujian amonia pada air limbah," Integrated Lab Journal, vol. 1, no. 1, pp. 32–38, 2020.
[13] M. A. Mahmud, M. R. Amin, and F. R. Anannya, "Structural impact on some common physical properties of single jersey weft knit fabric," AATCC Journal of Research, vol. 8, no. 4, pp. 36–46, 2021.
[14] I. Chung, H. Ryu, S. Y. Yoon, and J. C. Ha, "Health effects of sodium hypochlorite: Review of published case reports," Environmental Analysis Health and Toxicology, vol. 37, no. 1, pp. 2–9, 2022.
[15] M. Yusuf and M. Shahid, Emerging technologies for textile coloration. Springer, 2022.
[16] L. W. C. Miles, Ed., Textile Printing, 2nd ed. Bradford, UK: Society of Dyers and Colorists, 1994.
[17] A. Suprapto, Sukirman, and Sasmaya, Bahan Ajar Praktikum Pencapan 2. Bandung, Indonesia: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung, n.d.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Gunung Djati Conference Series

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
