Isolasi dan Uji Aktivitas α-Amilase Bakteri Asam Laktat Dari Fermentasi Durian (Durio zibethinus Murr.)

Authors

  • ALLYA PUTRI ADRYANI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • TINA DEWI ROSAHDI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • ASEP SUPRIADIN UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords:

α-amilase, aktivitas spesifik, bakteri asam laktat, fermentasi durian, kadar protein

Abstract

Fermentasi durian (Durio zibethinus Murr.) berpotensi menghasilkan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dapat memanfaatkan karbohidrat sebagai substrat dalam menghasilkan asam laktat. Keberadaan BAL pada hasil fermentasi durian berpotensi menghasilkan enzim hidrolitik, salah satunya α-amilase, yang berperan dalam menghidrolisis pati menjadi gula pereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi BAL dari tempoyak serta karakterisasi α-amilase dari BAL. Isolasi BAL dilakukan menggunakan media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA), kemudian karakterisasi morfologi dilakukan melalui pengamatan koloni dan pewarnaan Gram. Kadar protein total ditentukan secara kuantitatif menggunakan metode Bradford, sedangkan aktivitas α-amilase dianalisis menggunakan metode 3,5-dinitrosalicylic acid (DNS). Hasil isolasi menunjukkan dua isolat BAL dengan koloni berwarna putih susu, berbentuk bulat, elevasi cembung, dan tepian rata. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bahwa kedua isolat merupakan bakteri Gram positif, yaitu isolat FD.1 berbentuk diplobasil dan isolat FD.2 berbentuk kokus berantai. Kadar protein total pada isolat FD.1 dan FD.2 masing-masing sebesar 0,034 mg/mL dan 0,114 mg/mL. Kedua isolat BAL mampu menghasilkan α-amilase dengan aktivitas spesifik sebesar 31,403 U/mg pada isolat FD.1 dan 22,113 U/mg pada isolat FD.2. Karakterisasi enzim menunjukkan bahwa α-amilase dari BAL memiliki kondisi optimum pada pH 5 dan suhu 60°C.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

ALLYA PUTRI ADRYANI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi

TINA DEWI ROSAHDI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi

ASEP SUPRIADIN, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi

References

[1] T.-N. Dang dan B. H. Nguyen, “Study on Durian Processing Technology and Defleshing Machine,” Asia Pac. J. Sustain. Agric. Food Energy, vol. 3, no. 1, hlm. 12–16, Apr 2015, doi: 10.36782/apjsafe.v3i1.886.

[2] G. Khaksar, S. Kasemcholathan, dan S. Sirikantaramas, “Durian (Durio zibethinus L.): Nutritional Composition, Pharmacological Implications, Value-Added Products, and Omics-Based Investigations,” Horticulturae, vol. 10, no. 4, hlm. 342, Mar 2024, doi: 10.3390/horticulturae10040342.

[3] I. Permatasari, M. Turnip, dan R. Kurniatuhadi, “Tempoyak Durian Pekawai (Durio kutejensis (Hassk.) Becc.),” Agroprimatech, vol. 6, no. 1, Oktober 2022.

[4] L. S. Siagian, K. Manalu, dan R. A. Nasution, “Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Hasil Fermentasi Limbah Organik Kulit Buah (Eco-Enzyme),” BIOEDUSAINSJurnal Pendidik. Biol. Dan Sains, vol. 7, no. 1, hlm. 322–334, Jun 2024, doi: 10.31539/bioedusains.v7i1.9967.

[5] R. Murwani dkk., “Lactic Acid Bacteria Isolates and the Microbiome of Cincalok, Tempoyak, and Mandai: A Traditional Fermented Food from Kalimantan Island, Indonesia,” Int. J. Food Sci., vol. 2024, hlm. 1–11, Apr 2024, doi: 10.1155/2024/6589766.

[6] R. H. Bimo Setiarto, B. Sri Laksmi Jenie, D. Nur Faridah, I. Saskiawan, dan Sulistiani, “Selection of Amylase and Pullulanase Producing Lactic Acid Bacteria and Its Application on Taro Fermentation,” J. Teknol. Dan Ind. Pangan, vol. 26, no. 1, hlm. 80–89, Jun 2015, doi: 10.6066/jtip.2015.26.1.80.

[7] L. S. Wahyuni, T. D. Rosahdi, dan A. Supriadin, “Isolasi dan Karakterisasi Amilase dari Biji Durian (Durio sp.),” Al-Kim., vol. 2, no. 1, hlm. 18–23, Jun 2015, doi: 10.15575/ak.v2i1.348.

[8] A. Kanpiengjai, S. Lumyong, T.-H. Nguyen, D. Haltrich, dan C. Khanongnuch, “Characterization of a maltose-forming α-amylase from an amylolytic lactic acid bacterium Lactobacillus plantarum S21,” J. Mol. Catal. B Enzym., vol. 120, hlm. 1–8, Okt 2015, doi: 10.1016/j.molcatb.2015.06.010.

[9] B. Ramadhan dan P. R. Wikandari, “Review Artikel: Aktivitas Enzim Amilase Dari Bakteri Asam Laktat (karakteristik Dan Aplikasi),” Unesa J. Chem., vol. 10, no. 2, hlm. 109–120, Mei 2021, doi: 10.26740/ujc.v10n2.p109-120.

[10] Ş. N. Turkay, K. Karaman, dan H. Bekiroğlu, “Alpha-amylase activity of lactic acid bacteria isolated from different fermented products: Characterization of Latilactobacillus curvatus Y2-1B amylase,” Türk Doğa Ve Fen Derg., vol. 14, no. 2, hlm. 64–72, Jun 2025, doi: 10.46810/tdfd.1619709.

[11] T. Amapu, J. Ameh, S. Ado, I. Abdullahi, dan H. Dapiya, “Amylolytic Potential of Lactic Acid Bacteria Isolated from Wet Milled Cereals, Cassava Flour and Fruits,” Br. Microbiol. Res. J., vol. 13, no. 2, hlm. 1–8, Jan 2016, doi: 10.9734/BMRJ/2016/24509.

[12] A. Viona, R. Fevria, I. Irdawati, dan D. H. Putri, “Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Fermentasi Durian Montong (Durio zibethinus Murr.),” MASALIQ, vol. 4, no. 1, hlm. 367–378, Jan 2024, doi: 10.58578/masaliq.v4i1.2636.

[13] L. Anggadhania, R. H. B. Setiarto, D. Yusuf, L. Anshory, dan M. F. Royyani, “Exploring tempoyak, fermented durian paste, a traditional Indonesian indigenous fermented food: typical of Malay tribe,” J. Ethn. Foods, vol. 10, no. 1, hlm. 42, Des 2023, doi: 10.1186/s42779-023-00206-2.

[14] C. Nisak, “Optimasi Aktivitas Enzim α-Amilase Dari Jamur Penicillium Sublateritium Pada Variasi Suhu,” 2020.

[15] D. Istia’nah, U. Utami, dan A. Barizi, “Karakterisasi Enzim Amilase dari Bakteri Bacillus megaterium pada Variasi Suhu, pH dan Konsentrasi Substrat,” J. Ris. Biol. Dan Apl., vol. 2, no. 1, hlm. 11, Mar 2020, doi: 10.26740/jrba.v2n1.p11-17.

[16] Q. Aýun, S. N. Muthiáh, dan D. Sukmalara, “Potensi Bakteri Asam Laktat (BAL) Dari Jus Tempe Sebagai Kandidat Probiotik,” J. Al-AZHAR Indones. SERI SAINS DAN Teknol., vol. 8, no. 2, hlm. 171, Mei 2023, doi: 10.36722/sst.v8i2.1673.

[17] A. L. Putri dan E. Kusdiyantini, “Isolasi dan identifikasi bakteri asam laktat dari pangan fermentasi berbasis ikan (Inasua) yang diperjualbelikan di Maluku-Indonesia,” J. Biol. Trop., vol. 1, no. 2, hlm. 6, Nov 2018, doi: 10.14710/jbt.1.2.6-12.

[18] H. Hasanuddin, “The Lactic Acid Bacteria in Fermented Durian (D. Zibethinus ),” AGRITROPICA J. Agric. Sci., vol. 4, no. 1, hlm. 75–81, Mei 2021, doi: 10.31186/j.agritropica.4.1.75-81.

[19] R. Gupta, P. Gigras, H. Mohapatra, V. K. Goswami, dan B. Chauhan, “Microbial α-amylases: a biotechnological perspective,” Process Biochem., vol. 38, no. 11, hlm. 1599–1616, Jun 2003, doi: 10.1016/S0032-9592(03)00053-0.

[20] P. M. de Souza dan P. de Oliveira e Magalhaes, “Application of Microbial a-Amylase in Industry – a Review,” Braz. J. Microbiol., 2010.

Downloads

Published

2026-10-23

Citation Check